Apa Ajha ?

Jumat, 24 Juni 2011

Pengaruh Aktivitas Organisasi terhadap Kecerdasan Emosional


Kurikulum pendidikan di Indonesia hanya berdasarkan pada hardskill yang berhubungan dengan tingkat IQ (Intelegent Quotient), sehingga cenderung menciptakan lulusan yang hanya mahir secara teori. Golemann (1995) menyatakan bahwa kesuksesan lulusan perguruan tinggi ditentukan oleh IQ sebesar 20% sedangkan EQ (Emotional Quotient) sebesar 80%.1 Dengan demikian EQ berperan penting bagi pengembangan softskill mahasiswa. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam organisasi mampu meningkatkan kemampuan softskill yang ditunjukkan melalui peningkatan EQMahasiswi sebagai calon ibu memiliki peranan penting dalam pola asuh anak. Ada keterkaitan EQ anak dengan pengalaman organisasi dan pendidikan orang tua mereka. Sehingga, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aktivitas organisasi terhadap EQ mahasiswi FK UNS.
Penelitian ini bersifat observational analitik dengan pendekatan case control dan menggunakan teknik complex random sampling. Penelitian ini dilakukan di FK UNS dengan subjek penelitian mahasiswi semester III, V, dan VII. Besar sampel pada penelitian diperoleh berdasarkan rumus2 dengan δ (standar deviasi EQ subjek penelitian) = 8, σ (perkiraan perbedaan rerata antara subjek dengan control) = 18, α (batas kepercayaan) = 0,05. Jumlah sampel yang diperoleh adalah 107 orang pada tiap kelompok. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Wong and Law Emotional Intelligence Scale. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t tidak berpasangan.
Hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan adanya perbedaan rerata antara kelompok mahasiswi yang aktif berorganisasi dengan mahasiswi yang tidak aktif berorganisasi. Rata-rata skor EQ pada kelompok mahasiswi yang aktif berorganisasi sebesar 61,18, sedangkan pada kelompok mahasiswi yang tidak aktif berorganisasi sebesar 56,58. Hasil uji t 2-tailed menunjukkan signifikansi sebesar 0,000, sehingga nilai signifikansi untuk uji t 1-tailed sebesar 0.000. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara skor EQ pada kelompok mahasiswi yang aktif berorganisasi dengan yang tidak aktif berorganisasi.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara aktivitas organisasi terhadap kecerdasan emosional pada mahasiswi FK UNS (p= 0,000).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar